Man Boww : Menyulap Barang Bekas Menjadi Sepeda Rakit Dayung.

Media Informasi Publik Memantau dan Menyampaikan Dengan Data dan Fakta.

Man Boww : Menyulap Barang Bekas Menjadi Sepeda Rakit Dayung.

Selasa, 27 Agustus 2019, 6:52 PM



Dumai (PantauNews.co.id) - Memiliki ide usaha yang kreatif dan unik  adalah sebuah modal besar dalam mendirikan sebuah bisnis. Apalagi saat ini kompetisi dalam bisnis semakin tinggi sehingga orang-orang yang membuka usaha dituntut memiliki inovasi yang berbeda agar membuat konsumen penasaran untuk memakai produk tersebut.

Man Boww laki laki 35 tahun   tinggal di jalan raya Ali Haji kelurahan purnama RT 20 kecamatan Dumai barat Dumai berhasil menciptakan inovasi dari barang barang bekas menjadi  sebuah  sepeda dayung rakit yang bisa di operasikan di atas air.

Inspirasi awal pembuatan Sepeda Rakit Dayung ini timbul pada saat
man boy duduk di belakang rumahnya yang tak jauh dari pantai,dan ia melihat sepeda bekas tak terpakai  dan piber yang sudah rusak yang tak bisa di gunakan lagi. Dengan sedikit imajinasi Man Boww berhasil menciptakan alat tersebut.

Barang barang bekas tersebut di sulapnya menjadi barang berguna yang merupakan inovasi putra Dumai. Dengan menciptakan ide yang memanfaatkan air laut  sebagai media Sepeda Dayung Rakit ini.

Sepeda Dayung Rakit ini di bernama Man Boww sesuai dengan namanya sendiri .

Menurut Man Boww dia yakin dengan alat ini bisa  menjadi motivasi bagi pemuda pemuda Dumai yang lain untuk melahirkan ide ide kreative yang baru.

Dan karya sepeda rakit Man boww pun telah berhasil mengurangi jumlah remaja yang belum bekerja di kota dumai,dengan satu pembuatan sepeda rakit man boww ini dia memperkerjakan 2 orang tenaga kerja.

Untuk kapasitas muatan pada sepeda rakit man boww ini hanya untuk satu  orang.Sepeda rakit man boy ini pun telah di uji keseimbangan dan kekuatannya dari mulai laut Wisata Purnama sampai ke Sungai Masjid di Dumai. Untuk keamanan pengguna Man melengkapi pelampung pada Sepeda Rakit Dayung tersebut.

Untuk standar produk  SNI  Man Boww belum berpikir ke arah itu karena pengurusannya membutuhkan biaya tambahan dan produknya belum ada rencana pemasaran ke luar Daerah.


Penulis : Erwin Komeng

TerPopuler