Kapolri Copot Kapolda Riau-Sultra-Papua, Ada Apa?

Media Informasi Publik Memantau dan Menyampaikan Dengan Data dan Fakta.

Kapolri Copot Kapolda Riau-Sultra-Papua, Ada Apa?

Sabtu, 28 September 2019, 12:07 AM

Jakarta (PantauNews.co.id) - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian merotasi sejumlah pejabat kepala kepolisian daerah. Ketiga daerah itu adalah Riau, Sulawesi Tenggara, dan Papua.

Detik.com melaporkan, rotasi itu tertuang dalam surat telegram Kapolri Nomor: ST/2569/IX/KEP/2019 tertanggal Jumat (27/9/2019). Surat itu ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri S.

Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo dimutasi jadi Pati Baintelkam diikuti penugasan di Badan Intelijen Negara. Posisinya akan digantikan oleh Irjen Agung Setya Imam Effendi.

Kemudian Kapolda Sultra Brigjen Irianto dimutasi jadi Irwil III Itwasum Polri. Kapolda Sultra akan dijabat Brigjen Merdisyam.

Sementara Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja dimutasi jadi Analisa Kebijakan Utama Bidang Sabhara Baharkam Polri. Posisinya diganti oleh Irjen Paulus Waterpau.

"Untuk sertijab akan dilaksanakan pada hari Senin, 30 September 2019 pukul 08.00 WIB," demikian tertulis dalam Surat Telegram Kapolri yang ditandatangani AS SDM Kapolri Irjen Eko Indra Heri S.

Bermasalah
Detik.com menuliskan, Riau, Sultra, dan Papua, sedang menjadi sorotan publik lantaran berbagai masalah.

Di Riau terjadi kebakaran hutan dan lahan. Karhutla berimbas kepada kabut asap parah. Kapolri sempat mengisyaratkan pergantian pejabat di lingkungan Polri usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Novotel, Pekanbaru, Riau, Senin (16/09/2019).

"Kalau seandainya di Polda dari penilai ada yang tidak terkendali dan tidak ada upaya maksimal apalagi penangkapan nggak ada, out. Mau Kapolda, Kapolres, Kapolsek, out. Tim sudah dibentuk dan bergerak mulai hari ini," ujar Tito.

Sementara di Sultra, dua mahasiswa Unversitas Halu Oleo tewas usai demonstrasi menolak RUU kontroversial di gedung DPRD Sultra. Immawan Randi tewas tertembak. Sedangkan Muhammad Yusuf tewas karena terkena benda tumpul di kepala.

Gelombang protes muncul akibat kejadian itu. Salah satu tuntutan massa, yakni meminta Kapolda Sultra Brigjen Irianto dicopot.

"Kami bawa tiga tuntutan untuk Kapolri yaitu meminta Kapolda Sultra dicopot dari jabatannya, usut tuntas pelaku penembakan dan meminta pelaku dihukum seberat beratnya. Tuntutan ini kami harap bisa dibawa oleh Kapolda Sulteng agar sampai di Mabes Polri," kata Hismawan Jasmin, Korlap Aksi massa IMM Palu saat orasi, Jumat (27/09/2019).

Sedangkan di Papua, terjadi gelombang kericuhan. Teranyar kericuhan di Wamena yang menewaskan 30 orang.

"Data terakhir ada 30 jenazah dan sebagian besar sudah dikirim ke Jayapura," kata Gubernur Papua Lukas Enembe di Wamena, yang dikutip dari Antara, Rabu (25/9/2019).

Sumber : CNBN Indonesia

TerPopuler