Akankah Jokowi Umumkan Kabinet Malam Ini?

Media Informasi Publik Memantau dan Menyampaikan Dengan Data dan Fakta.

Akankah Jokowi Umumkan Kabinet Malam Ini?

Minggu, 20 Oktober 2019, 1:03 PM

Jakarta (PantauNews.co.id) - Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin akan dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024 pada Minggu 20 Oktober siang nanti. Pelantikan akan digelar dalam Sidang Paripurna MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Lalu kapan Presiden Jokowi akan mengumumkan susunan kabinet yang baru? Siang ini, sore ini, malam, atau besok Senin atau Rabu alias 3 hari setelah pelantikan?

Pada Jumat lalu, Jokowi sudah memastikan nomenklatur kementerian di periode kedua pemerintahannya akan tetap sama seperti di periode pertama pemerintahan. Nama-nama menteri akan diumumkan paling lama 3 hari setelah pelantikan.

"Masih sama [34 kementerian]," kata Jokowi usai menggelar silaturahmi bersama jajaran Menteri Kabinet Kerja di Istana Negara, kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (18/10/2019).

Namun, Jokowi belum memastikan kapan jadwal pengumuman kabinet di periode kedua pemerintahannya. Jokowi pun hanya menjawab normatif terkait hal ini.

Agenda hari ini, selain bertemu dengan beberapa kepala negara, Jokowi dan Ma'ruf Amin akan menghadiri Sidang Paripurna MPR RI dalam rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih Periode 2019-2024. Sidang tersebut akan dimulai pada pukul 15.30 WIB, Minggu siang ini (20/10/2019).

Sesuai keputusan MPR, acara pelantikan akan dimulai pada pukul 14.30 WIB. Berdasarkan rundown Sidang Paripurna MPR pada Kamis (17/10/2019), sebagaimana dikutip Detiknews, prosesi pelantikan berjalan sekitar 80 menit. Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Usai menyanyikan lagu Indonesia Raya, prosesi dilanjutkan dengan mengheningkan cipta yang dipimpin Ketua MPR Bambang Soesatyo. Lalu Ketua MPR membuka Sidang Paripurna MPR.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) oleh pimpinan MPR. Kemudian pengambilan sumpah presiden dan wakil presiden. Pengambilan sumpah ini diatur dalam Pasal 162.

Usai pengambilan sumpah, acara berikutnya adalah penandatanganan berita acara pelantikan dan penyerahan berita acara pelantikan oleh pimpinan MPR.

Momen berikutnya adalah pertukaran tempat duduk wakil presiden, dari Jusuf Kalla ke Ma'ruf Amin. Setelah itu Presiden Jokowi akan membacakan pidato awal masa jabatan 2019-2024.

Sebelum prosesi pelantikan di gedung MPR RI, Jokowi sebagai petahana akan melakukan courtesy call dengan sejumlah pimpinan negara tetangga di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Jokowi dijadwalkan akan melalukan courtesy call dengan Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, Perdana Menteri Australia Scott Morrison, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Kamboja Hum Sen, dan Raja eSwatini (dulu Swaziland, Afrika), Raja Mswati III.

"Sultan Brunei Darussalam, Perdana Menteri Singapura, Perdana Menteri Kamboja, dan Raja Mswati," kata Menteri Luar Negeri periode 2014-2019 Retno Marsudi di kompleks Istana Kepresidenan, Minggu ini.

Hanya saja tak ada jadwal pengumunan menteri kabinet yang baru. Jokowi sebelumnya meminta seluruh elemen masyarakat bersabar menunggu pengumuman jajaran menteri yang kemungkinan tidak hanya diisi oleh kader partai, melainkan juga tenaga profesional.

"Mbok ya sabar. Paling sehari dua hari. Paling lama tiga hari. Nanti kan juga tau. Mungkin bisa Minggu, bisa Senin, bisa Selasa," tegasnya.

"Nanti kalau sudah diumumkan saya kira nanti semua akan tahu. Mana yang masuk, mana yang tidak masuk, mana yang belum masuk," jelasnya.

Berdasarkan data yang dikompilasi dari sumber pemberitaan dan sumber resmi pemerintahan tiap negara di Asia Tenggara, Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah menteri yang terbanyak, yakni 34 menteri. Malaysia berada di posisi kedua dengan jumlah 27 orang menteri.

Penghitungan menteri tersebut juga memasukkan jabatan perdana menteri. Demikian juga dengan menteri koordinator yang juga dimiliki beberapa negara, termasuk di Indonesia (empat menko).

Sumber : CNBC Indonesia

TerPopuler