Kasatpol PP Dumai Sebut Belum Ada Surat Tembusan dari DPMPTSP Terkait Izin Golden Game Zone

Media Informasi Publik Memantau dan Menyampaikan Dengan Data dan Fakta.

Kasatpol PP Dumai Sebut Belum Ada Surat Tembusan dari DPMPTSP Terkait Izin Golden Game Zone

Kamis, 10 Oktober 2019, 2:22 PM

Dumai (PantauNews.co.id) – Beroperasinya Gelangang Permainan (Geper) Golden Game Zone yang tidak sesuai dengan peruntukan izin dan lokasi, menuai kontra dikalangan masyarakat. Pertumbuhan Gelper yang diduga kuat berkedok judi permainan mesin yang memiliki batas kuota sebanyak 10 izin usaha yang dilekuarkan oleh Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

Hal ini diungkapkan Said Effendi, Kabid Perizinan dan Perizinan DPMPTSP, Jumat (04/10/2019) lalu, tidak pernah mengeluarkan izin usaha untuk Gelper Golden E Zone, yang ada izinnya adalah Tarzan Game Zone. Golden Game Zone yang diresmikan dan beroperasi pada Sabtu (05/10/2019), seakan akan tidak mengindahkan peraturan yang berlaku dan diduga kuat ada oknum dibelakang layar, dengan beroperasinya Gelper tersebut.


Pantauan awak media, Sejumlah ormas yang bergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Maksiat (GMAM) Kota Dumai, Rabu (10/10/2019) meminta aparatur Pemko Dumai untuk menutup Golden Game Zone yang diduga kuat tidak memiliki izin dan meresahkan masyarakat. Aksi tersebut, Golden Game Zone sempat menutup usahanya yang dikawal oleh sejumlah personil Kepolisian Resort Dumai agar tidak menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. Anehnya, selang beberapa jam aksi tersebut, Golden Game Zone dengan merasa tanpa beban kembali beroperasi.

Ketika dikonfirmasi Kepala Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Dumai, Bambang Wardoyo yang tidak terlihat pada aksi tersebut, sedang melaksanakan rapat di Kantor Walikota Dumai. Bambang menyebutkan, jika terkait izin yang tidak sesuai dengan domisili  dan merek usaha, itu bukan wewenang Satpol PP Dumai.

“Kalau terkait izin yang tidak sesuai dengan domisili dan merek, Satpol PP bukan yang mengeluarkan izin dan rekomendasi,” ungkap Kasatpol PP Dumai via WhatsApp, Rabu malam (09/10/2019).

Bangunan Golden Game Zone yang disebut sebagian kalangan netizen “Mewah, Mewah, Mewah” tersebut, seakan akan melecehkan ormas islam dan Lembaga Adat yang melakukan aksi unjuk rasa oleh sekelompok yang tergabung dalam GMAM Kota Dumai agar Golden Game ini ditutup.

Bambang juga menyebutkan Satpol PP Kota Dumai sampai saat ini belum menerima surat tembusan izin yang dikeluarkan oleh DPMPTSP. “ Sampai saat ini belum ada surat tembusan dari DPMPTSP, termasuk yang heboh seperti Gelper di Hotel Wisata dan J-Mex Pub & KTV di Jalan Mangga. Ketika Satpol PP sidak, baru tahu ada izin,” sebut Bambang lagi.

Ditempat terpisah, Tokoh Pemuda dan masyarakat Rimba Sekampung Ismanora menyesalkan apartur pemerintah selaku penegak Perda dan juga aparat kepolisian terkesan pembiaran usaha yang memiliki dugaan kuat unsur perjudian dan meresahkan masyarakat.

“Ini ada apa, kok Aparatur Pemko Dumai dan Pihak penegak hukum yang ada di Kota Dumai seperti pihak kepolisian dan kejaksaan terkesan tutup mata,” ketus Ismanora, Kamis (10/10/2019).

Sebagai anak tempatan yang lahir dan dibesarkan di Kota Dumai dan bertepatan serta berdekatan dengan banyak lokasi disinyalir tempat perjudian terselubung tersebut, Ismonora merasa miris dan sinis dengan tindakan aparatur penegak perda dan hukum di Kota Dumai.

“Bayangkan saja, kita saja yang bermain domino atau permainan  yang memiliki duguan unsur perjudian, pihak berwajib pasti mendatangi dan menanyai kita. Kok ini terang terangan, malah dibiarkan,” pungkas Ismanora dengan nada cibiran.

Penulis : Edriwan

TerPopuler