Tercatat 211 Kasus dan 490 Pasien DBD di RSUD Dumai, Dinkes Himbau Tingkatkan Goro

Media Informasi Publik Memantau dan Menyampaikan Dengan Data dan Fakta.

Tercatat 211 Kasus dan 490 Pasien DBD di RSUD Dumai, Dinkes Himbau Tingkatkan Goro

Kamis, 31 Oktober 2019, 1:03 AM
Foto : Ilustrasi (Net)
Dumai (PantauNews.co.id) – Memasuki Musim penghujan, tentunya masyarakat kota Dumai, harus waspada dengan Deman Berdarah Dengue (DBD) yang disebabkan oleh Nyamuk aedes agepty.
Kepala Dinas Kesehatan, H Paisal SKM,MARS melalui Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Dumai, Nurbaiti, mengungkapkan, Berdasarkan data Dinkes , jumlah masyarakat terserang Deman Berdarah Dengue (DBD) mencapai 211 kasus.
Ia menambahkan, data tersebut dihimpun dari berbagai puskesmas yang ada di Dumai, mulai dari Januari hingga September 2019.
Menurutnya, 211 kasus ini bukan hanya menyerang anak-anak namun, Orang dewasa juga menjadi sasaran penyakit tersebut. Bahkan, terdapat satu pasien meninggal dunia akibat terserang DBD di tahun 2019 di kota Dumai.
Untuk itulah, dimusim penghujan ini, Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dilingkungnya masing-masing.
“Yang penting jangan membiarkan ada genangan air disuatu tempat atau wadah, padahal disana menjadi sarana perkembangbiakan nyamuk penyebab DBD ini,” katanya, Minggu (27/10/2019).
Disamping itu, tambahnya, masyarakat harus meningkatkan atau mengaktifkan kegiatan Gotong Royong (Goro) bersama secara rutin. Guna menghindari terjadinya perkembangbiakan nyamuk dengan lingkungan kotor.
“Kita juga mengajak masyarakat untuk melaksanakan Goro bersama, minimal sepekan sekali untuk membersihkan lingkungan, hal itu mengingat bulan ini Oktober, meningkatnya curah hujan,” imbaunya.
Sementara, sesuai data dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Dumai, tercatat 490 pasien yang menjalani perawatan penyakit yang diakibat gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti.
Kasi pelayanan Medis RSUD Dumai, Bakri mengungkapkan, peningkatan jumlah kasus DBD ini terjadi pada September dan Oktober, ‎dimana dari 60 kasus dibulan September menjadi 74 kasus hingga pertengahan Oktober.
Ia menambahakan, untuk umur Dominan umur yang terkena dampak DBD ada kebanyaan mulai dari 5 hingga 15 tahun
Untuk wilayah dominannya, tambah Bakri berada di Dumai Timur di tempatnya kelurahan ‎Jaya Mukti, dan bukit Batrem, selanjutnya di Kecamatan Bukit Kapur, kelurahanya Bagan Besar dan Bukit Nenas.
“Kemudian di kecamatan Dumai Selatan berada di kelurahan, Bukit Datuk, Ratu Sima, dan Bumi Ayu. Sedangkan di Kecamatan Sungai Sembilan berada di kelurahan Tanjung penyebal dan Basilam Baru,” pungkasnya. (bhn/tpc)

TerPopuler