Orang RI Ogah Jadi Petani, Mentan Punya Triknya

Media Informasi Publik Memantau dan Menyampaikan Dengan Data dan Fakta.

Orang RI Ogah Jadi Petani, Mentan Punya Triknya

Rabu, 06 November 2019, 4:17 AM

Jakarta (PantauNews.co.id) - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo angkat suara soal makin menyusutnya jumlah petani di Indonesia. Persoalan klasik ini tentu perlu solusi agar salah satu penopang ekonomi tak mengalami persoalan.

Ia bilang sektor pertanian harus lebih dioptimalkan, dengan peningkatan produksi. Di sisi lain, biaya produksi atau modal moda awalnya bisa diturunkan, maka marginnya menjadi besar sehingga petani tertarik.

"Anda suka atau tidak tertarik untuk datang, kalau tidak memberi margin orang kan akan tinggalkan. Itu dalam langkah yanf cepat akan coba saya lakukan," katanya di DPR, Selasa (06/11/2019).

Pekerja di bidang pertanian, kehutanan, perikanan mengalami penurunan. BPS mencatat, pada Agustus 2019, penduduk yang bekerja pada tiga bidang itu sebanyak 34,58 juta orang, turun 1,12 juta atau 1,46% dibandingkan Agustus 2018.

Selain itu, Limpo mengatakan dengan sektor pertanian menarik bagi banyak orang maka sektor ini pertumbuhannya akan semakin baik dan butuh dukungan banyak pihak. Pada kuartal III-2019, pertanian secara keseluruhan sektor pertanian mengalami perlambatan, pada sektor pertanian pangan justru tumbuh negatif.

"Kementerian tidak dapat sendiri, ada kerja sama dengan kementerian terkait, harus didukung penuh oleh gubernur, bupati, bahkan camat sekalipun tidak boleh diam," katanya.

Perlambatan ekonomi pada triwulan III-2019 juga tercermin pada sektor pertanian. Pada triwulan III-2019 total pertumbuhan pertanian, kehutanan dan perikanan hanya mampu tumbuh 3,08% jauh melambat dibandingkan triwulan sebelumnya yang sempat mencapai 5,33%, bahkan di bawah capaian triwulan III-2018 yang sempat mencapai 3,66%.

Kondisi paling mencolok terjadi pada pertumbuhan sektor pangan yang justru minus sampai 4,81% pada triwulan III-2019, padahal pada triwulan yang sama di 2018 sektor pangan masih tumbuh 3,08%.

Sumber: CNBC Indonesia

TerPopuler