Gagal Lelang Alat Pemadaman, Kapolda Geram Ada Dirut Bisa Lolos Tender, Padahal Tak Lolos BI Checking

Gagal Lelang Alat Pemadaman, Kapolda Geram Ada Dirut Bisa Lolos Tender, Padahal Tak Lolos BI Checking

Senin, 27 Januari 2020, 2:57 AM

Pekanbaru (PantauNews.co.id) - Terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak awal tahun. Diduga, akibat gagalnya lelang pengadaan 86 alat pemadaman. Hal ini membuat Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi geram.

Hal ini disampaikan perwira Bintang dua ini, saat mengadakan silatutahmi dengan para wartawan di Hotel Pangeran, Sabtu (25/01/2020) siang kemarin.

"Lelang 86 alat pemadaman ini gagal," ungkap Kapolda.

Menurut Agung, ia mengetahui proses lelang sudah dilakukan sejak 2019 lalu, dan dimenangkan PT Pacivica Wildan Utama yang  beralamat di Jalan Walang Baru Raya, Nomor 8A, Jakarta Utara, DKI Jakarta.

Namun, sambung Kapolda, kenyataannya, perusahaan tersebut tidak kunjung menyelesaikan proyek itu. Sehingga bisa dikatakan gagal.

"Sebelumnya sudah saya cek ke BPBD Bengkalis langsung waktu itu. Bahwa di tahun 2019 lalu, kita akan punya 86 mesin baru. Sudah dilelang. Saya sudah merasa tenang, artinya dari segi peralatan kita cukup memadai," kata Agung, Sabtu (25/01/2020).

Maka, seharusnya di akhir 2019, pompa air itu sudah bisa digunakan. Namun, kenyataannya, pada awal 2020 diketahui kalau proyek gagal.

"Makanya, saya kaget mengetahui proyek gagal," ucap Agung.

Sedangkan, hasil pengecekan, pemenang lelang proyek pengadaan pompa air ternyata tidak ubahnya hanya makelar saja.

"Artinya, tidak serius dari awal, tidak sungguh-sungguh," ungkap Agung.

Karena itu, saat ini, proyek gagal itu sudah masuk ranah hukum dan sedang dalam proses penyelidikan.

"Penyidik sudah ke Jakarta mendalami perusahan pemenang lelang," terang Kapolda.

Sedangkan, hasil pengecekan, diketahui bahwa direktur utama perusahaan pemenang lelang memiliki catatan buruk di perbankan.

''Temuan ini tentu akan didalami oleh penyidik, tidak hanya proses lelang tapi juga penyebab kegagalan proyek,'' beber Kapolda.

Menurut Kapolda, penelusuran di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), melalui website lpse.bengkaliskab.go.id PT Pacivica Wildan Utama keluar sebagai pemenang, setelah melewati proses dan tahapan lelang, serta mengalahkan sekitar 38 perusahaan lainnya, dengan harga penawaran Rp6,3 miliar.

''Kegiatan ini, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Bengkalis 2019 dengan nilai pagu sebesar Rp12,82 miliar dan harga perkiraan sementara (HPS) Rp6,4 miliar,'' sebut Kapolda.

Selain itu, sebut Kapolda, pihaknya mendapat informasi bahwa Direktur utama perusahaan pemenang lelang tidak lolos BI Checking. Punya kredit macet Rp20 juta, mengapa bisa dapat proyek 6 miliar lebih.

"Itu akan kita dalami. Ini akan kami beberkan kesempatan khusus," ucap Agung.

Menurut Kapolda, kebakaran hutan dan lahan sudah dimulai hari ini Sabtu. Bahkan, Kapolres Bengkalis sudah tujuh hari tujuh malam di lokasi karhutla dan juga dia di laut menangani kapal tenggelam.

Untuk data yang dimiliki Polda Riau, pada lima tahun terakhir ini hotspot paling banyak adalah tahun 2015 sebanyak 1.949 hotspot. Pada Januari 2020 sudah 217 hotspot. Pada 2019 Pelalawan paling banyak hotspotya 208 titik, 146 Inhil, dan 111 Rohil.

Luas lahan yang terbakar 9.717 hektare. Rohil paling luas terbakar yakni tahun 2019 seluas 1.941,45 ha. Upaya penanganan Karhutla yakni pencegahan, upaya pemadaman dan lokalisir titik api, dan penegakan hukum. Empat satelit  digunakan untuk memantau yakni satelit NOA, Terra, Aqua, dan LAPAN.

Giat preventif pun dilakukan setiap Polres. Misalnya membuat embung, sekat kanal menggunakan alat berat ekskavator lahan sedalam dua meter dikeruk tanah ditemukan air. Water boombing, kata Kapolda, terkadang tak efektif mengatasi karhutla.

Kapolda Riau juga akan meluncurkan Posko Pemadaman Karhutla. Lokasinya di Purna MTQ Pekanbaru Kamis depan.

"Di sini bisa dijadikan tempat diskusi bagaimana mengatasi karhutla," ujarnya.

Relawan akan digerakkan juga, ada juga elemen masyarakat peduli api (MPA) sama-sama untuk melakukan pemadaman demi program Langit Biru. Ini bukan hanya program Menteri LHK saja.

"Polda Riau juga telah menyebarkan maklumat, sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membakar hutan dan lahan. Selama Januari 2020 sudah 12 tersangka karhutla ditangkap. Ada media bilang kakek sudah tua kenapa dihukum 4 tahun karena itulah aturan hukum harus tegak. Pada 2019 ada 73 perorangan dan 4 perusahaan tersangka karhutla," tegas Kapolda Riau.

Sedangkan di Siak paling banyak sudah dipersiapkan 246 buah pompa pemadaman karhutla. Sudah 706 sekat kanal yang dibangun. Polda Riau sudah buat Dashboard Lancang Kuning aplikasi sistem penanganan karhutla secara terukur terstruktur dan efisien.

Ia melanjutkan, pada Sabtu (25/01/2020) kemarin karhutla terjadi di Rupat utara. Sehingga Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya langsung menelepon petugas polisi yang bertanggung jawab di lokasi karhutla tersebut. Petugas polisi ini sudah sembilan hari berada di lokasi karhutla PT SRL hutan Samak Titi Akar Rupat Utara bersama tim Manggala Agni, BPBD, perusahaan, Kabag Ops Polres Bengkalis, dan tim lain.

"Kemarin, petugas kepolisian yang sampai 10 kali melakukan pemadaman karhutla di lokasi berbeda, akan diberi reward pin emas dan 30 kali juga bagus diberi reward. Di seluruh Riau ada 9.560 orang yang menjadi tim pemadaman karhutla,'' beber Agung.

''Kabupaten Pelalawan dan Rokan Hilir selalu mendominasi karhutla dan ini menjadi PR semua untuk menyelesaikan ini,"tambah Kapolda.

Sumber: Koran MX

TerPopuler