Menumpuknya Guru PNS di Kota, Pengamat Pendidikan: Didesa Tak Ada Mall

Menumpuknya Guru PNS di Kota, Pengamat Pendidikan: Didesa Tak Ada Mall

Senin, 03 Februari 2020, 3:00 AM
Potret Sekolah terpencil didaerah pendalaman (Net)
Pekanbaru (PantauNews.co.id) - Keberadaan tenaga pengajar yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Riau belum tersebar merata hingga pelosok desa. Guru PNS lebih memilih bertugas di kota-kota. Akibatnya banyak guru PNS yang menumpuk di kota.Sementara sekolah yang berada di pelosok desa masih kekurangan guru.

Khususnya guru yang telah berstatus PNS.Fenomena ini diungkapkan langsung Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Yan Prana Jaya, Minggu (02/02/2020). Ia mengatakan bahwa potret pendidikan di Riau masih banyak yang perlu diperbaiki.Terutama terkait pemerataan guru, banyak daerah di Riau yang masih kekurangan guru PNS.

Padahal dari sisi jumlah guru PNS di Riau sudah memadai, namun keberadaan mereka belum merata tersebar ke semua daerah. Kondisi ini terjadi karena banyak guru PNS yang tidak mau pindah ke daerah dan hanya menetap pada satu sekolah atau lokasi yang sama seperti di pusat kota.

"Ini salah satu masalah di Riau, mau tidak mau akan kita lakukan pemetaan secepatnya," katanya.

Ia menambahkan, kasus tersebut juga berdampak pada penambahan guru honorer.Akibatnya, banyak guru honorer yang digaji tidak sesuai dengan kinerja dan kemampuannya.

"Kita sudah berusaha untuk tidak menerima honorer apalagi di Pemda. Tapi kondisi di lapangan seperti itu. Anggaran yang dihabiskan besar," ucapnya.

Pihaknya berharap agar tenaga honorer yang sudah lama mengabdi segera diangkat jadi PNS.Meskipun faktanya untuk mengangkat guru honorer menjadi PNS tidak mudah.

Namun dirinya berharap kepada seluruh tenaga pendidik yang ada di Provinsi Riau supaya menjadi guru inspiratif yang kehadirannya dirindukan banyak orang.

Sehingga memotivasi dan menginspirasi para siswa untuk lebih giat belajar dan berprestasi supaya melahirkan generasi yang cerdas dan unggul.

"Sosok guru adalah orang luar biasa. Teruslah memberikan pelayan yang terbaik kepada siswa sebagai generasi penerus bangsa," ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan Riau, Soemardi Taher menilai, menumpuknya guru di daerah kota merupakan persoalan lama yang terus berlanjut tanpa ada ketegasan dari pengambil kebijakan. Padahal jumlah guru yang ada di Indonesia termasuk di Riau sudah memadai dengan jumlah sekolah dan siswa yang ada.Hanya saja para guru ini tidak merata sebarannya hingga ke pelosok desa.

Banyak guru apalagi yang PNS itu lebih memilih bertugas di kota. Alasanya bermacam-macam,ada yang alasan karena ingin dekat dengan keluarga, karena sudah punya rumah di kota. Atau alasan lain, misalnya soal fasilitas yang jauh lebih lengkap di kota.

"Sementara di desa, tidak ada tempat hiburan, tidak ada mal," katanya.

Akibat tidak meratanya sebaran guru, tentu berdampak terhadap efektivitas belajar mengajar di sekolah yang ujung-ujungnya berdampak terhadap kualitas pendidikan. Agar persoalan ini bisa diatasi, harus ada ketegasan dari pengambil kebijakan.Harus ada kesempatan antara pemerintah dengan guru khususnya yang PNS agar mau bertugas di desa-desa.

"Kalau ada penerimaan guru PNS yang baru, jangan lagi mereka ditempatkan di kota. Tempatkan mereka di desa-desa yang sekolahnya masih kekurangan guru. Jadi tidak menumpuk semua di kota," katanya.

Menjadi seorang guru adalah panggilan hari dan panggilan tugas untuk mencerdaskan anak bangsa.Sehingga tidak ada alasan bagi guru untuk tidak mau mengajar di desa dan pelosok terpencil.Sebab disanalah sekolah-sekolah yang masih kekurangan guru.

"Kalau di kota ini sudah banyak guru, tidak perlu ditambah lagi," katanya.

Sumber: Tribun Pekanbaru

TerPopuler