Sudah Lama Tidak Kelihatan Mondar Mandir, Apek Ditemukan Warga dalam Kondisi Mengenaskan

Sudah Lama Tidak Kelihatan Mondar Mandir, Apek Ditemukan Warga dalam Kondisi Mengenaskan

Kamis, 06 Februari 2020, 7:49 PM
Lokasi Rumah Kontrakan Hendra (Apek) di Jalan Diponegoro (Sukajadi) Gang Sawo RT 17, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota
Dumai (PantauNews.co.id) – Penemuan mayat seorang kakek tua yang sudah terbujur kaku serta membusuk didalam rumah kontrakannya, di Jalan Diponegoro (Sukajadi) Gang Sawo RT 17, Kelurahan Rimba Sekampung, Kecamatan Dumai Kota, Rabu (05/02/2020) kemarin.

Informasi yang terangkum, kakek tua yang tinggal seorang diri ini ditemukan warga sudah dalam tidak bernyawa dalam kondisi mengenaskan. Kakek yang bernama Hendra (66) yang biasa akrab disapa masyarakat Apek ini, diakui sudah jarang kelihatan mondar mandir disekitaran kediamannya.

Apek yang biasa ramah dengan menyapa warga ini, biasanya sering kelihatan pergi dan pulang melintasi dengan sepeda motornya. Kondisi kediaman Apek yang berada diujung sudut lorong Gang Sawo dari tiga petak rumah kontrakan milik Aulia Ambarito, baru diketahui warga adanya bau yang menyengat dengan banyaknya lalat bertebangan di tempat kejadian perkara.

Ketua RT 17 Kelurahan Rimba Sekampung Azwar, saat dimintai keterangan mengakui bahwa kondisi sang kakek sudah mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Ia dihubungi oleh pemilik rumah kontrakan, berkat aduan dari tetangga sebelah rumah Apek, adanya bau busuk dan banyak lalat berterbangan.

“Saya dihubungi oleh pemilik kontrakan bahwa ada penghuni kontrakan sudah dalam tergelatak dilantai dan tidak sadarkan diri, ” ungkap Azwar, Kamis (06/02/2020).

Pemilik kontrakan yang sempat mengintip dari fentilasi udara pintu depan rumah, korban sudah dalam kondisi tergeletak dilantai, langsung buru buru menghubungi Ketua RT setempat. Ketua RT langsung menghubungi pihak kepolisian agar cepat ditangani sekitar pukul 16.00 WIB Rabu (05/02) kemarin.

Pintu rumah kontrakan yang didobrak paksa oleh pertugas, langsung mengeluarkan bau yang menyengat. Belum diketahui, sudah berapa lama Apek terbaring dilantai dengan kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Informasi, kondisi Apek yang sudah mengeluarkan bau tidak sedap ini mengeluarkan darah dan adanya keluar air dari jasad.

“Apek itu ramah dengan warga dan selalu menyapa. Saya juga terkejut dengar kabar Apek yang sudah hampir 2 tahun ini meninggal dalam kondisi mengenaskan,” kata Azuar.

Tokoh masyarakat Rimba Sekampung Suherman alias Jibun, juga dihubungi oleh Ketua RT. Apek yang tinggal seorang diri tanpa anak dan istri ini, Jibun mengakui bahwa anak dan kerabat Apek, berada diluar Kota Dumai.

“Anak anaknya ada diluar kota semua, ada di Duri, Jakarta dan luar negeri Singapura. Didumai hanya sanak famili jauh saja yang ada. Apek ini memang tidak seorang diri di Dumai,” papar Jibun.

Seperti dilansir Infowarta.com, Kasubag Humas Polres Dumai, AKP Dedi Novarizal menjelaskan setelah dilakukan olah TKP, polisi menyimpulkan sebagai berikut. Jenazah ditemukan sudah dalam kondisi membusuk. Kedua, tanda-tanda kekerasan tidak bisa terlihat lagi secara kasat mata. Pintu rumah dalam kondisi terkunci. Kunci pintu rumah ditemukan disamping pinggang mayat yang terhimpit celana kain warna hitam diduga milik korban. Dan pada saat ditemukan, kondisi korban tidak menggunakan sehelai pakaian.

“Dari hasil olah TKP, petugas mendapati barang bukti berupa obat-obatan seperti antibiotik, pereda nyeri hingga obat diare. 1 unit sepeda motor beserta STNK dan BPKB, 3 unit Handphone, kartu ATM, dan dokumen kependudukan,” kata AKP Dedi.

Sekira pukul 18.26 WIB, jenazah korban dibawa ke RSUD Kota Dumai dengan mengunakan mobil Ambulance Dinas Kesehatan Kota Dumai, guna dilakukan Visum Et Repertum.

“Dengan kondisi mayat yang sudah membusuk, sulit untuk dilakukan Visum luar. Selanjutnya petugas melakukan koordinasi dengan keluarga korban untuk dilakukan autopsi. Namun pihak kekuarga menolak untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya.

Penulis: Erwin Komeng

Editor: Edriwan

TerPopuler