Bunuh Anak Kandung, Pelaku Ternyata Alami Gangguan Kejiwaan

Bunuh Anak Kandung, Pelaku Ternyata Alami Gangguan Kejiwaan

Rabu, 11 Maret 2020, 8:34 PM

Pekanbaru (PantauNews.co.id) - Terkait orangtua yang membunuh anak kandung yang terjadi pada tanggal 17 Februari 2020, Kapolsek Tampan Pekanbaru mengatakan bahwa orangtua laki-laki yang berinisial HE itu mengalami gangguan jiwa berat.

HE yang merupakan warga Perumahan Griya Cipta Jalan Cipta Karya, Kelurahan Sialang Munggu, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, ini menghabisi nyawa anaknya berinisial PH yang masih berusia tiga tahun.

Kapolresta Tampan, AKP Juper Lumban Toruan mengatakan dari hasil perkembangan penanganan terkait kasus pembunuhan yang dilakukan oleh orangtua terhadap anak kandungnya, ternyata ayah kandung korban memiliki gangguan jiwa berat.

"Setelah dilakukan selama 17 hari observasi di RS Jiwa Tampan, dari hasil pemeriksaan dokter yang sudah dituangkan dalam Visum Et Repertum Psikiatrikum bahwa diperoleh kesimpulan yang merupakan ayah kandung korban tersangka berinisal HE ditemukan adanya gangguan jiwa berat," jelas Juper, Rabu (11/3/2020).

Terkait ibu kandung korban yang berinisial JU, hasil pemeriksaan bahwa tersangka tidak termasuk dalam gangguan jiwa korban.

"Terhadap ayah kandung korban ini, kesimpulannya bahwa tersangka memiliki gangguan jiwa berat, sehingga tidak dapat dipertanggung jawabkan atas perbuatannya, secara otomatis kasusnya akan kita hentikan," imbuhnya.

Sedangkan untuk ibu kandung korban, setelah dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan gangguan jiwa, sehingga ibu korban bisa diminta pertanggung jawaban atas perbuatannya.

Ia mengatakan bahwa proses penyidikan terhadap kasus ini, tetap dilaksanakan dengan tersangka yakni ibu kandung korban yang berinisial JU, dalam kasus ini hanya 1 tersangka yaitu ibu korban.

Untuk ayah korban, akan dilanjutkan dengan perawatan di RS Jiwa Tampan, sedangkan untuk ibu korban, sudah dilakukan penahanan di Polsek Tampan.

"Ibu korban terlibat langsung dengan kasus pembunuhan ini. Perannya nanti akan kita buktikan kembali pada saat melaksanakan rekonstruksi ulang. Hasil pemeriksaan kita, ibu korban menerangkan bahwa dia ikut memegang si anak pada saat terjadinya pembunuhan itu," pungkasnya.

Sumber: Cakaplah.com

TerPopuler