Sudah Pesiapakan Pengganti Dirinya, Iskandar Pesan "Jaga Marwah Partai dan Jangan Jadi Mafia Politik"

Sudah Pesiapakan Pengganti Dirinya, Iskandar Pesan "Jaga Marwah Partai dan Jangan Jadi Mafia Politik"

Selasa, 31 Maret 2020, 5:12 AM
Ir H Iskandar Hoesin (Foto: Net)
Pekanbaru (PantauNews.co.id) – Pengunduran diri Ir.H.Iskandar Hoesin, MH dari kursi Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (NasDem) Provinsi Riau yang menjadi fenomena dikalangan elit parpol khususnya Bakal Calon yang akan bertarung di Pilkada Serentak 2020 mendatang.

Iskandar yang diakui orang yang paling berjasa di Partai NasDem Riau, sempat dicegah Ketua Umum DPP Surya Paloh agar untuk bertahan menduduki kursi pimpinan. Informasi yang terangkum, adanya manuver politik dari kalangan internal agar suami Anggota DPRD Provinsi Riau Farida H Saad mundur dari jabatannya.

Pasca ditetapkan penggantinya Willy Aditya sebagai Plt Ketua DPW NasDem Riau, Iskandar Hoesin yang berhasil dikonfirmasi awak media Redaksi Grup Bersama (RGB), menjelaskan bahwa dirinya sudah mengajukan pengunduran diri sejak bulan september 2019 lalu.

“Saya sudah usulkan nama nama pengganti kepada Bapak Surya Paloh, untuk sementara pimpinan dipegang oleh saudara Willy Aditya. Kita tunggu saja, siapa yang akan ditunjuk Ketua Umum,” ungkap Iskandar, sang pentolan parpol yang mengusung tagline “Gerakan Perubahan” tersebut, Senin (30/03/2020).

Iskandar Hoesin yang sejak awal mendirikan Nasdem, ketika Nasdem baru menjadi Ormas, merupakan sosok yang terbilang berjasa bagi partai perdana yang mengusung slogan “Politik Tanpa mahar”.

Ketika ditanya, siapa pengganti dirinya, Iskandar enggan menyebutkan siapa inisial sosok yang dimaksud yang menggantikan pucuk pimpinan di NasDem Riau. Ia hanya menyebutkan sedikit bocoran dan gambaran sosok yang telah dikirimkan ke DPP.

” Saya tidak bisa sebutkan dulu, siapa yang sudah saya kirimkan namanya kepusat. Menunggu situasi kondusif pasca corana, intinya calon ketua adalah internal dari NasDem,” beber Iskandar lagi.

Kegagalannya memperoleh kursi DPR RI dari Dapil Riau, menjadi alasan dirinya untuk mengundurkan diri. Informasi yang terangkum dari internal yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan adanya manuver politik yang ingin ‘mendepak’ Iskandar dari kursi pimpinan.

“Pak Iskandar itu orang dekat dan kepercayaanya Pak Surya Paloh. Ada ronggongan dari internal yang tidak suka dengan gaya politik Pak Iskandar yang terlalu lurus,” ungkapnya.

Pasca memasuki masa Pilkada Serentak 2020, di Riau ada 9 Kabupaten/ Kota yang akan mengikuti kontestasi politik yang digelar 5 tahun sekali ini, informsinya, Iskandar menemukan adanya ‘oknum kader’ yang memanfaatkan serta menjanjikan rekomendasi Partai NasDem kepada sejumlah Balon Kepala Daerah.

“Saya berpegang teguh prinsip partai yang mengusung ‘Politik Tanpa Mahar’. Boleh ditanyakan kepada seluruh kepala daerah yang masih menjabat diusung oleh NasDem, pernahkan saya meminta-minta,” ungkap Iskandar.

Iskandar yang telah dipersiapkan posisinya oleh DPP NasDem di Riau sebagai Ketua Dewan Pertimbangan ini meminta kepada seluruh kader, agar menjaga marwah partai dan jangan sampai jadi ‘mafia politik’ yang menghalalkan segala cara.

“Saya pinta kepada seluruh kader, jangan ada yang peras para Balon,” pungkasnya.

Penulis: Edriwan   

TerPopuler