Efektifkah Rapid Test untuk Warga yang Bandel Nongkrong?

Efektifkah Rapid Test untuk Warga yang Bandel Nongkrong?

Rabu, 15 April 2020, 10:07 PM
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan (Net)
Surabaya (PantauNews.co.id) - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jawa Timur melakukan rapid test pada masyarakat yang tengah nongkrong di warung kopi hingga kafe. Rapid test ini dilakukan bersamaan dengan pembubaran kerumunan yang dilakukan polisi. Efektifkah rapid test ini?

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan memaparkan rapid test ini merupakan upaya jemput bola. Karena, banyak masyarakat yang ternyata positif corona namun terkadang tidak merasakan gejala dan tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

"Kegiatan rapid test On The Spot ini adalah hasil evaluasi dengan ibu gubernur yang mana tim dari gugus tugas yang diketuai oleh ibu Gubernur ada TNI dan ada Polri, dari rumah sakit TNI dan Polri ini kita menjemput bola," kata Luki di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (15/04/2020).

Luki menilai, rapid test yang dilakukan ini cukup efektif. Semalam, hasil tes menunjukkan ada dua orang yang nongkrong, positif saat rapid test.

"Hari pertama bagus banyak yang negatif dalam artian negatif bukan berarti negatif, tetap harus waspada. Kemarin semalam adanya yang positif dan ini kita akan lakukan terus di tempat-tempat mongkrong dan di sini juga dilakukan imbauan. Bukan hanya rapid test, tapi kita juga ada imbauan untuk memberikan pemahaman, untuk tinggal di rumah begitu juga kita melakukan penyemprotan," paparnya.

Luki juga menyebut banyak masyarakat yang jika menemukan gejala awal seperti batuk hingga flu, justru enggan melapor dan menganggap enteng.

"Karena kami melihat masih banyak masyarakat yang istilahnya tidak mau. Dalam kondisi, mungkin ada gejala-gejala, ini tidak mau melapor dan tidak mau berobat. Sehingga ada beberapa kejadian yang tidak mau melapor, tidak melalui ODP, tidak melalui PDP langsung naik positif," imbuhnya.

Hal ini, lanjut Luki, terjadi karena mindset masyarakat yang menganggap corona sebagai aib. Untuk itu, Luki meminta masyarakat tidak malu demi kesehatan.

"Ini memang banyak faktor karena mungkin dengan adanya karena karena ini menjadi stigma bahwa ini penyakit aib," ungkap Luki.

Untuk itu, setiap malam Luki menyebut pihaknya akan senantiasa melakukan razia hingga pembubaran kerumunan, sembari melakukan rapid test pada Masyarakat yang nongkrong. Selain itu, tim dari brimob juga melakukan langkah penyemprotan disinfektan.

"Sehingga kita atas izin Gubernur melakukan kegiatan-kegiatan, sudah hari kedua. Ini tim juga akan bergerak lagi kita mencari tempat tempat nongkrong," pungkas Luki.

Sumber: Detik.com

TerPopuler