Nasib Pahlawan Gugus Depan Memperjuangkan Pasien Corona

Nasib Pahlawan Gugus Depan Memperjuangkan Pasien Corona

Minggu, 26 April 2020, 1:23 AM

Foto: Ilustrasi ,Net

Dumai (PantauNews.co.id) - Pahlawan muncul di tengah wabah Corona Covid-19, yakni para dokter dan perawat yang ada di garda terdepan. Demi tugas, mereka meninggalkan rumah, berpisah dari orang-orang terkasih, entah kapan bisa bersua kembali.

Dokter dan perawat mendekat ke potensi bahaya, dengan pelindung yang tidak memastikan mereka aman dari tertulas wabah berbahaya ini, ketika banyak orang mengaku bosan dan mati gaya karena 'dipaksa' tinggal di dalam rumah.

Bagi petugas medis, itu bukan pilihan. Pekerjaan menyelamatkan nyawa pasien mustahil bisa dilakukan secara online atau daring, dengan memindahkan laptop atau komputer ke rumah.

Sampai-sampai nyawa pun jadi taruhannya. Seorang perawat berusia 37 tahun menjadi pejuang pertama yang gugur dalam tugas. Ia dilaporkan menjadi suspect Covid-19 usai melakukan kontak dekat dengan pasien positif.

Belakangan, kabar duka kembali terdengar. Tiga dokter meninggal dunia terkait Corona Covid-19. Yakni, dokter spesialis saraf Hadio Ali Khazatsin, spesialis bedah Djoko Judodjoko, dan spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) Adi Mirsa Putra.

Dari informasi yang di rangkum dapat kita bayangkan betapa sulitnya posisi mereka dalam bertugas menangani pasien corona ini.

Harapan  masyarakat agar Pemerintah memposisikan para pahlawan di gugus depan melawan covid ini di akomodir segala kebutuhan mereka baik materi maupun kebutuhan serta keperluan mereka, jangan cuma dijadikan alat ataupun seremonial belaka untuk mengejar anggaran yang sebagiannya harus di peruntukkan buat mereka.

Dari pantauan dilapangan dan dari sumber yang sangak kredibel serta terpercaya yang tidak mau namanya disebutkan, menginformasikan bahwa salah satu janji pemerintah Kota Dumai yang menganggarkan dana APBD sebesar 100 miliar rupiah yang pengunaannya salah satu terhadap petugas medis.

Khusus penanganan corona, bahwa mereka para tim medis dokter dan tenaga medis lainnya yang bertugas merawat pasien positif COVID-19 akan diinapkan di hotel selama 14 hari atau lebih dan ditambah biaya makan minum, karena mereka tidak boleh pulang kerumah.

Sampai saat berita ini di turunkan para dokter dan tenaga medis tersebut belum menerima dana yang di alokasikan buat mereka.

Penulis: Dedi Saputr

TerPopuler